Laman

Senin, 26 Desember 2011

cerpen reality


Tangisan seorang anak kos yang tidak bawa motor, hanya bisa mengandalkan orang lain untuk pulang ke kotanya. Sedih. Mau pulang saja susah. Padahal perjalanan darat dengan sepeda motor hanya 1 jam. Tapi apa daya tangan tak samapai,. Rasanya menyedihkan penuh haru. Hanya bisa membayangkan keluarga,rumah, teman dan kota klaten dalam awang-awang belaka. Haati ini rasanya sedih puol tiada terkira, kaya keiris pedang tajam. Gejolaknya benar-benar hebat melebihi tsunami aceh. Ibuk aku kangen. Dapet bonus libur satu hari seperti tak punyai arti apa-apa. Padahal itu momen penting. Penting banget. Lumayan kan bisa pulang 1 hari lebih cepet dari jadwal. Tapi kenyataannya?? Tragis banget. Mungkin baru kali ini aku bener-bener ngrasain sedihnya belum bisa pulang kampung.. betapa kangen beratnya dengan orang-orang rumah.. berat. Ya, super duber berat. Kangen ngumpul ma temen-temen, bercanda bareng, ketawa bareng.. hah.. apa-aaan ini??
Apa yang harus aku lakukan untuk mengobati rasa rinduku yang sudah tertanam begitu dalamnya ini??
Tidurkah? Mainkah? Kosku juga hampir sepi. Pada pulkam. Aku merana sendiri. Ditemani nyanyian indaah artis-artis ibu kota di laptop tercinta. Kali ini hanya mereka yang bisa menghibur laraku yang tiba-tiba memuncak tajam. Tak pernah lelah mereka nyan yikan lagu-lagu untukku. Iringan musiknya memang belum cukup untuk mengobati luka rindu. Tapi, tak apalah. Asal ditemani nyanyian merdu okelah.
Tapi rasa-rasanya jam tidak berpindah dari tempatnya. Masih terpaku menduduki angka 7. Padahal aku sangat berharap dia mau berlari ke angka 11 paling tidak. Hmm.. nunggu luthfi kuliah. Acara hari ini, nengok tyas. Moga-moga dia lekas sembuh. Berharap juga kita bisa njenguk dia, dan dia dalam keadaan sudah pulih.amin. kedatanganku dan upik ke rs moewardi adalah ujung tombak nasib teman-teman. Apakah mereka nanti jadi ke solo apa engga. Hmm, sbar nunggu jam 11 lah pokok e. Karena smua diawali dari jam 11.
Daripada hanya santai-santai di kos seperti ini, aku sebenarnya lebih suka ngampus. Yaa, paling tidak bisa ketemu temen-temen. Bisa ngobrol bareng-bareng. Bisa tambah ilmu dari dosen. Bisa olahraga jalan-jalan dari kos ke kampus, bisa menurunkan berat badan dengan naik turun tangga sampai lantai 3. Bisa ngantuk-ngantukan saat pelajaran. Pokoknya bisa segalaanya. Lha sekaarang?? Sudah pep, jangan sesali yang ada.kita buka lagi lembar baru. <apa c?>  semoga semua terjadi dengan lebih indah.. 

dikutip dari pengalam pribadi

Solo, 26 08 11

1 komentar: